AKU HARGANYA BERAPA YA ? AKU MILIK SIAPA YA ?
Kalau seandanya aku sebuah kursi goyang yang dijual di pasar loak berapa harganya ya?
Kalau seandanya aku sebuah kursi goyang yang dijual di toko meubel berapa harganya ya ?
Kalau seandanya aku sebuah kursi goyang yang dijual dan dimiliki oleh seorang yang miskin berapa harganya ya ? Kalau dijual dan dimiliki oleh seorang yang kaya dan dijual lagi berapa harganya ya?
Aku rindu seperti kursi goyang yang harganya $ 3000 bisa laku $453,000. kursi goyang tersebut merupakan salah satu barang yang terjual sangat mahal dalam suatu pelelangan. Pelelangan barang milik Jacquline Kennedy Onassis.
Sekarang aku berpikir selain diriku, aku berpikir lagi siapa yang memiliki aku.Aku percaya aku sungguh akan berharga, karena DIA yang memiliki aku. Aku telah dibeli dan telah lunas dibayar. Aku telah ditebus, dibayar bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang suci, dengan darah yang mahal.
Sekarang aku bangga. Sekarang aku bersukacita hidupku berharga di mata ALLAH yang memelihara hidup manusia.Aku yang dulunya hina sekarang berharga di mata ALLAH.Aku menyadari akan kondisi dan dimana aku berada. Sekarang aku mengerti dan memahami berharganya diriku bukan karena aku tapi karena ALLAH yang mengubah diriku menjadi berharga dengan cara menebus dan memiliki aku.
Hidupku yang berharga ini bukan karena diriku sendiri tapi ALLAH yang memiliki aku.
Sekarang aku tahu siapa aku, siapa yang memilik aku.
Kulanjutkan perjalanan hidupku dengan sukacita.
Tampilkan postingan dengan label buluh kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buluh kehidupan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 Mei 2011
Sabtu, 30 April 2011
kEBANGKITAN
Aku merasa sedih bahkan ketakutan karena kehilangan orang yang kubanggakan.Perasaan sedih, perasaan kehilangan menguasai seluruh hidupku.Tanpa kusadari seharian ini aku cenderung menutup diri dan menyendiri.Rasanya tidak ada pengharapan dimasa depanku.
Aku ingat saat Guru membuat mujizat, perbuatan yang luar biasa mengasihi orang-orang. Aku ingat saat Guru mengajar kepada orang-orang tentang hakekat hidup yang benar dihadapan ALLAH, bukan saja mengajar tapi ada kasih dan kuasa dalam pengajaran yang disampaikan.
Tapi sayang Guru telah tiada. Guru telah mati pada hari Jumat yang lalu. Guru mati dengan menempuh jalan penderitaan yang aku tidak pahami dan aku tidak sanggup melihat dari dekat.
Aku sedih sekali dan kehilangan karena ditinggal Guru.
Sekarang aku bimbang, sekarang aku ragu. Teman-temanku bilang kepadaku bahwa mereka melihat Guru. Guru hadir saat teman temanku berkumpul di ruang tamu.Aku tidak percaya Guru telah hidup kembali dari kematian.
Apa yang aku lupa akan perkataan Guru. Apa aku salah kalau aku menutup pintu terhadap perkataan perkataan temanku? Aku merasa teman teman dekatku tidak ada yang sanggup menguatkan hidupku,aku merasa tiada pengharapan lagi. Aku tanggung sendiri akan kesedihan ini.
Bagaimana seharusnya aku hadapi pergumulan ini
Keberanian hilang seketika saat kematian Guru di kayu salib. Menutup pintu terhadap teman temanku, apakah tanpa kusadari menutup pintu terhadap ALLAH.Aku tadi mendengar teman temanku telah melihat, telah bertemu dengan Guru. Aku tidak percaya, sebelum aku melihat sendiri.
Sekarang Guru ku hadir didepan ku dan didepan teman temanku.
Aku merasa malu. Aku telah lupa pada janji kebangkitan Guru, Guru telah hidup dan bangkit.
DAMAI SEJAHTERA BAGI KAMU. Itulah kata-kata Guru yang membuat aku hidup dalam kedamaian yag dari ALLAH.
Aku percaya sekarang
Saat aku dalam pergumulan, saat aku dalam menghadapi persoalan hidupku. Guru pasti hadir. Aku yakin dan percaya Guru ada untuk menolong aku, memberi kekuatan dan akhirnya aku menumpuh jalan yang terbaik dimata Guru ku.
Sekarang aku telah lega, aku telah menang dalam pergumulan.
Aku akan melanjutkan hidupku dengan Damai Sejahtera yang berasal dari Guru.
Aku penuh percaya bahwa setiap orang yang percaya kepada Guru yang telah bangkit akan berkemenangan dalam hidup ini.
Aku ingat saat Guru membuat mujizat, perbuatan yang luar biasa mengasihi orang-orang. Aku ingat saat Guru mengajar kepada orang-orang tentang hakekat hidup yang benar dihadapan ALLAH, bukan saja mengajar tapi ada kasih dan kuasa dalam pengajaran yang disampaikan.
Tapi sayang Guru telah tiada. Guru telah mati pada hari Jumat yang lalu. Guru mati dengan menempuh jalan penderitaan yang aku tidak pahami dan aku tidak sanggup melihat dari dekat.
Aku sedih sekali dan kehilangan karena ditinggal Guru.
Sekarang aku bimbang, sekarang aku ragu. Teman-temanku bilang kepadaku bahwa mereka melihat Guru. Guru hadir saat teman temanku berkumpul di ruang tamu.Aku tidak percaya Guru telah hidup kembali dari kematian.
Apa yang aku lupa akan perkataan Guru. Apa aku salah kalau aku menutup pintu terhadap perkataan perkataan temanku? Aku merasa teman teman dekatku tidak ada yang sanggup menguatkan hidupku,aku merasa tiada pengharapan lagi. Aku tanggung sendiri akan kesedihan ini.
Bagaimana seharusnya aku hadapi pergumulan ini
Keberanian hilang seketika saat kematian Guru di kayu salib. Menutup pintu terhadap teman temanku, apakah tanpa kusadari menutup pintu terhadap ALLAH.Aku tadi mendengar teman temanku telah melihat, telah bertemu dengan Guru. Aku tidak percaya, sebelum aku melihat sendiri.
Sekarang Guru ku hadir didepan ku dan didepan teman temanku.
Aku merasa malu. Aku telah lupa pada janji kebangkitan Guru, Guru telah hidup dan bangkit.
DAMAI SEJAHTERA BAGI KAMU. Itulah kata-kata Guru yang membuat aku hidup dalam kedamaian yag dari ALLAH.
Aku percaya sekarang
Saat aku dalam pergumulan, saat aku dalam menghadapi persoalan hidupku. Guru pasti hadir. Aku yakin dan percaya Guru ada untuk menolong aku, memberi kekuatan dan akhirnya aku menumpuh jalan yang terbaik dimata Guru ku.
Sekarang aku telah lega, aku telah menang dalam pergumulan.
Aku akan melanjutkan hidupku dengan Damai Sejahtera yang berasal dari Guru.
Aku penuh percaya bahwa setiap orang yang percaya kepada Guru yang telah bangkit akan berkemenangan dalam hidup ini.
Jumat, 07 Januari 2011
TERLAMBAT NAMUN TETAP BERANGKAT
Pada hari Senin, 8 Nopember 2010 saya rencana mengadakan perjalanan dari yogyakarta ke tanah papua dengan naik pesawat lion air dari bandara Adi Sucipto,Yogyakarta. Jam 12.00 saya sudah sampai di Bandara Adi Sucipto. Di bagian pembelian dan pembayaran tiket pesawat lion air ada pengumuman tagl 8 dan 9 Nopember 2010 dibatalkan dengan alasan cuaca dan abu gunung merapi. saya melihat begitu banyak antrian orang untuk menukarkan tiket dengan uang. Saya menghampiri salah satu loket yang kosong. Saya meminta informasi akan pembatalan penerbangan dan moho penjelasan jalan keluar. Petugas memberi penjelasan bahwa penerbangan dapat diganti dengan minta jadwal lain selain tgl 8 dan 9, tiket diganti uang atau pengalihan penerbangan untuk pemberangkatan. Akhirnya saya dapat pengalihan pemberangkatan penerbangan lewat Bandara Ahmad Yani, Semarang. Jam 14.00 an Saya berangkat dari Yogyakarta ke semarang dengan menyewa taksi. Walaupun Dalam tiket pemberangkatan jam 16.45 WIB, yang penting saya sudah berusaha. Sepanjang perjalanan saya berdoa dan memuji TUHAN. Bahwa pertolongannya tidak pernah terlambat,kasih setiaNYA untuk selama lamanya. Dari jam 12.00 siang sampai jam 18.-05 terasa hati dan pikiran terarah kepada penerbangan ke Papua.
Hanya kemurahan ALLAH, walaupun saya datang terlambat ke Bandara Ahmad Yani pada pukul 18.-05 pesawat belum berangkat. Saya hanya mengucap syukur akan kasih setia ALLAH, pesawatpun bisa ditahan tidak berangkat dari jadwal semestinya pukul 16.45 WIB,dan berangkat 5 menit setelah saya sampai dan naik pesawat. Saat pesawat lion Air meninggalkan Bandara Ahmad Yani semarang menuju bandara Soekarno Hatta Jakarta, saya beribadah secara pribadi, menangis, memuji TUHAN akan kasih ALLAH yang begitu besar.
Hanya kemurahan ALLAH, walaupun saya datang terlambat ke Bandara Ahmad Yani pada pukul 18.-05 pesawat belum berangkat. Saya hanya mengucap syukur akan kasih setia ALLAH, pesawatpun bisa ditahan tidak berangkat dari jadwal semestinya pukul 16.45 WIB,dan berangkat 5 menit setelah saya sampai dan naik pesawat. Saat pesawat lion Air meninggalkan Bandara Ahmad Yani semarang menuju bandara Soekarno Hatta Jakarta, saya beribadah secara pribadi, menangis, memuji TUHAN akan kasih ALLAH yang begitu besar.
Senin, 17 Mei 2010
Memberi Yang Berkenan Kepada Tuhan
Pelajaran Memberi kepada TUHAN
Pada kelas "pembuatan karya buatannya sendiri" dibimbing oleh seorang pembimbing. Semua siswa membuat dengan yang terbaik yang nantinya akan dinilaikan kepada pembimbing. Siswa diijinkan membuat sebanyak mungkin karya buatan sendiri yang akan dinilaikan kepada pembimbing yang juga merupakan penilai. Hasil dari penilaian yang ada oleh pembimbing,penilai akan dilaporkan kepada TUHAN.
Arko salah satu siswa yang merupakan siswa senior dari kelas tersebut berusaha membuat karya buatannya sendiri yang terbaik untuk dinilaikan kepada Guru pembimbing. Arko telah mengumpulkan hasil karya buatan sendiri yang terbaik dan terbesar dari teman teman kelasnya.
Ada teman wanita Arko dikelas tersebut menitipkan suatu "benda karya buatan sendiri" yang bentuknya kecil kepada Arko. Arko beranggapan bahwa karya buatan temannya yang dititipkan kepadanya dapat dibuat sama persis dalam satu hari. Benda itu akhirnya dinilaikan kepada gurunya. Gurunya percaya kepada Arko,bahwa itu buatan Arko sendiri karena Arko dapat membuat dan sudah mengumpulkan tugas "karya yang besar dan terbaik".
Pada hari itu juga tanpa diduga teman wanita Arko di kelas tersebut menanyakan kepada Arko, "benda karya buatan sendiri" dan mau diambilnya. Arko menjawab dengan jujur bahwa barang tersebut sudah dinilaikan kepada Guru Pembimbing, dan dia berjanji mengganti barang tersebut besok hari.
Wanita tersebut akhirnya protes kepada Guru pembimbing. Wanita tersebut bilang kepada guru pembimbing," benda karya buatan sendiri yang kecil itu" punya saya. Arko dipanggil oleh guru pembimbing. Guru pembimbing berkata kepada Arko," Arko engkau sudah besar, senior dari temanmu wanita tersebut, engkau sudah saya ingatkan memang engkau bisa membuat seperti karya temanmu, namun kenapa kamu lakukan mengumpulkan barang yang bukan karyamu "
Arko pergi dan menyesal mengapa hal ini dilakukan.
Hari Rabu, 12 Mei 2010 malam Arko berbicara kepada seseorang bahwa ia akan memberikan kepada orang tersebut suatu barang sesuai dengan yang dibutuhkan pada hari jumat. Hari Kamis Kaimana telah menitipkan uang Rp. 300.000,-. Hari Jumat 14 Mei 2010 Arko mengecek uang di ATM ternyata uangnya tinggal sekitar Rp.200.000,-. Arko berpikir bahwa ia sudah berjanji akan memberi barang kepada seseorang pada hari jumat ternyata uang tidak mencukupi. Arko ingat akan pelajaran "benda karya buatan sendiri". Pada Hari Jumat tersebut Akhirnya Arko meminta maaf kepada orang tersebut karena tidak dapat memberi barang tersebut. Orang tersebut berkata, tidak apa apa tanpa mendengarkan alasan Arko
Pada hari Sabtu, 15 Mei 2010, jam 09.00 Arko ke ATM harapannya uang tunjangan hidup sudah masuk rekeningnya. Ternyata uang sudah ditransfer dan sudah masuk direkening Tabungannya Arko. Arko bergembira dan langsung mengambil uang untuk keperluan membeli barang. Setelah Arko sampai di Toko Gramedia, ia membeli barang tersebut dengan harga Rp. 295.000,-. Barang tersebut langsung diberikan kepada orang yang membutuhkan.
Arko mendapat pelajaran " berilah dengan apa yang ada padamu bukan yang tidak ada padamu ". Arko sekarang memahami arti berbuat baik yang belum tentu benar dihadapan TUHAN. Guru pembimbing tugasnya membimbing Arko, namun kadang kurang tahu apa yang diperbuat koko tanpa sepengetahuannya. Arko ingin menolong temannya dengan uangnya Kaimana yang dititipkan kepadanya, nanti uangnya Kaimana akan dikembalikan setelah dia punya uang tunjangan hidup. Pemikiran dan pemahaman ini salah di mata ALLAH.
Terima kasih Makhluk makhluk sorgawi yang setia melayani Arko
Pada kelas "pembuatan karya buatannya sendiri" dibimbing oleh seorang pembimbing. Semua siswa membuat dengan yang terbaik yang nantinya akan dinilaikan kepada pembimbing. Siswa diijinkan membuat sebanyak mungkin karya buatan sendiri yang akan dinilaikan kepada pembimbing yang juga merupakan penilai. Hasil dari penilaian yang ada oleh pembimbing,penilai akan dilaporkan kepada TUHAN.
Arko salah satu siswa yang merupakan siswa senior dari kelas tersebut berusaha membuat karya buatannya sendiri yang terbaik untuk dinilaikan kepada Guru pembimbing. Arko telah mengumpulkan hasil karya buatan sendiri yang terbaik dan terbesar dari teman teman kelasnya.
Ada teman wanita Arko dikelas tersebut menitipkan suatu "benda karya buatan sendiri" yang bentuknya kecil kepada Arko. Arko beranggapan bahwa karya buatan temannya yang dititipkan kepadanya dapat dibuat sama persis dalam satu hari. Benda itu akhirnya dinilaikan kepada gurunya. Gurunya percaya kepada Arko,bahwa itu buatan Arko sendiri karena Arko dapat membuat dan sudah mengumpulkan tugas "karya yang besar dan terbaik".
Pada hari itu juga tanpa diduga teman wanita Arko di kelas tersebut menanyakan kepada Arko, "benda karya buatan sendiri" dan mau diambilnya. Arko menjawab dengan jujur bahwa barang tersebut sudah dinilaikan kepada Guru Pembimbing, dan dia berjanji mengganti barang tersebut besok hari.
Wanita tersebut akhirnya protes kepada Guru pembimbing. Wanita tersebut bilang kepada guru pembimbing," benda karya buatan sendiri yang kecil itu" punya saya. Arko dipanggil oleh guru pembimbing. Guru pembimbing berkata kepada Arko," Arko engkau sudah besar, senior dari temanmu wanita tersebut, engkau sudah saya ingatkan memang engkau bisa membuat seperti karya temanmu, namun kenapa kamu lakukan mengumpulkan barang yang bukan karyamu "
Arko pergi dan menyesal mengapa hal ini dilakukan.
Hari Rabu, 12 Mei 2010 malam Arko berbicara kepada seseorang bahwa ia akan memberikan kepada orang tersebut suatu barang sesuai dengan yang dibutuhkan pada hari jumat. Hari Kamis Kaimana telah menitipkan uang Rp. 300.000,-. Hari Jumat 14 Mei 2010 Arko mengecek uang di ATM ternyata uangnya tinggal sekitar Rp.200.000,-. Arko berpikir bahwa ia sudah berjanji akan memberi barang kepada seseorang pada hari jumat ternyata uang tidak mencukupi. Arko ingat akan pelajaran "benda karya buatan sendiri". Pada Hari Jumat tersebut Akhirnya Arko meminta maaf kepada orang tersebut karena tidak dapat memberi barang tersebut. Orang tersebut berkata, tidak apa apa tanpa mendengarkan alasan Arko
Pada hari Sabtu, 15 Mei 2010, jam 09.00 Arko ke ATM harapannya uang tunjangan hidup sudah masuk rekeningnya. Ternyata uang sudah ditransfer dan sudah masuk direkening Tabungannya Arko. Arko bergembira dan langsung mengambil uang untuk keperluan membeli barang. Setelah Arko sampai di Toko Gramedia, ia membeli barang tersebut dengan harga Rp. 295.000,-. Barang tersebut langsung diberikan kepada orang yang membutuhkan.
Arko mendapat pelajaran " berilah dengan apa yang ada padamu bukan yang tidak ada padamu ". Arko sekarang memahami arti berbuat baik yang belum tentu benar dihadapan TUHAN. Guru pembimbing tugasnya membimbing Arko, namun kadang kurang tahu apa yang diperbuat koko tanpa sepengetahuannya. Arko ingin menolong temannya dengan uangnya Kaimana yang dititipkan kepadanya, nanti uangnya Kaimana akan dikembalikan setelah dia punya uang tunjangan hidup. Pemikiran dan pemahaman ini salah di mata ALLAH.
Terima kasih Makhluk makhluk sorgawi yang setia melayani Arko
Langganan:
Postingan (Atom)