BULUH WULAN BULUH WULAN BULUH WULAN BULUH WULAN

APABILA SESEORANG MENJADI RAJA DENGAN ADIL PASTI MEMERINTAH DENGAN PATUH DAN TAAT KEPADA ALLAH PEMELIHARA HIDUP MANUSIA. IA BERSINAR SEPERTI FAJAR DIWAKTU PAGI YANG TIDAK BERAWAN

SELAMAT DATANG ...MANUSIA YANG BERHARGA DIMATA ALLAH....

TULISLAH APA YANG ANDA LALUI,RASAKAN BAHWA BULUH KEHIDUPAN ITU ADA
SEHINGGA SETIAP PRIBADI MEMAHAMI BAHWA IA BERARTI DAN BERHARGA DI MATA "ALLAH PEMELIHARA MANUSIA"



Jumat, 29 Januari 2010

lucu
















BURUNG KECIL











Mengail Ikan Kehidupan

Pelajaran
Mencari "Makan Di Sungai kehidupan"
Lupi bersama seorang guru pergi di "Sungai kehidupan " untuk mencari "ikan". Lupi dan Sang Guru membawa perahu sendiri-sendiri. Mereka berdua menelusuri "sungai kehidupan" dengan perahunya masing-masing. Di Suatu tempat, alur sungai perahu mereka berhenti. Perahu mereka letaknya bersebelahan. Tanpa kata-kata Sang Guru berdiri di atas perahunya dan melemparkan senar pancing ke alur sungai.Tak lama kemudian Sang Guru menarik senar pancing yang ujungnya ada seekor ikan kulit bersisik putih"bercahaya". Ikan tersebut panjangnya kira-kira 15 - 20 cm. Kemudian Sang Guru tetap berdiri, melemparkan senar pancing ke alur sungi. Tak lama kemudian Sang Guru menarik senar pancing yang ujungnya ada seekor ikan kulit bersisik putih "bercahaya". Ikan tersebut panjangnya sekitar 15 - 20 cm.
Lupi menirukan Sang Guru. Lupi berdiri di atas perahunya dan melemparkan senar pancing ke alur sungai. Tak lama kemudian Lupi menarik senar pancing yang ujungnya ada seekor ikan kulit sisik hitam. Ikan tersebut panjangnya sekitar 35 - 40 cm. Kemudian Lupi tetap berdiri melemparkan senar pancing ke alr sungai. Tak lama kemudian Lupi menarik senar pancing dan mendapat seekor ikan kulit sisik hitam. Ikan tersebut besar dengan panjang sekitar 35 - 40 cm.
Lupi bertanya kepada Sang Guru," Kenapa yang saya dapat ikan besar kuit sisik hitam. Sedang Guru mendapat ikan kulit bersisik pitih "bercahaya". Lupi ingin memperoleh ikan yang seperti gurunya .
Tanpa kata-kata Sang Guru memberi sesuatu kepada Lupi agar memperoleh ikan yang sama dengannya.
Menurut anda mengapa ikan yang diperoleh Lupi tidak sama dengan ikan yang diperoleh Sang Guru ?
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
*************************************************************************************
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Selasa, 26 Januari 2010

Makan siang

Pelajaran "Makan Siang" yang tertunda
Koko bermain di rumah Titut. Titut dan Koko bermain di depan rumah. Tiba-tiba Titut dipanggil emaknya. Titut pun masuk rumah diikuti oleh adik-adiknya yang berjumlah lima. Begitu Titut masuk ruangan tamu, koko pun menyusul mengikuti Titut. Setelah Bapak, emak dan Titut beserta adik-adiknya kumpul, emaknya membagikan makan siang kepada seluruh keluarganya. Titut dan adik-adiknya mengambil piringnya masing-masing untuk tempat nasi dan lauk pauk. Koko melihat piring-piring yang ada kebanyakan dari piring seng dan piring plastik
Koko ditawari oleh emaknya Titut untuk makan, kokopun bilang sudah kenyang,tadi sudah makan di rumah.
Emaknya membagikan nasi pada setiap piring yang sudah disiapkan di atas meja bundar. Setelah nasi sudah dibagi habis, kemudian emaknya membagikan sayur bayam bening. Setelah sayur bayam bening dibagi habis, kemudian emaknya membagikan ikan asin layur (gereh). "Gereh" dibagi habis disetiap piring. Kemudian Bapak, Emak, Titut dan adik-adiknya Titutpun mengambil jatahnya masing-masing.Persediaan makanan sudah habis dibagi rata, semua anggota keluarga mendapatkan haknya.
Tiba-tiba Bejo adiknya Titut mau ambil gelas dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya memegang piring seng yang berisi jatah makan siangnya. Tanpa sengaja siku Titut menyentuh piring seng Bejo. Yang terjadi piring punya Bejo jatuh akibatnya nasi,sayur dan gereh tumpah di lantai tanah. Semua terkejut dan akhirnya ... ... ...
Apakah pendapat saudara tentang peristiwa di atas ?
Apakah ada saudara yang mau menolong saat "jatah" kita tidak dapat dinikmati karena suatu peristiwa yang tidak kita kehendaki ?

Jumat, 15 Januari 2010

BURUNG PAPUA
















SUARA HATI

PELAJARAN SUARA HATI
Ketika saya berjalan bersama rekan-rekan perusahaan di suatu tempat. Saya berjalan dengan bersama sama beberapa kepala bagianAda sesuatu yang menarik dari pengalaman tersebut. Kita memasuki sebuah kampung deng, kepala divisi, Vice Manager. Kita berjalan bersama-sama dengan jalan kaki bersama-sama.
Saat saya melewati sebuah rumah, rumah tersebut terletak ditepi jalan utama, ditepi mulut gang. Ada seorang perempuan yang berdiri depan rumah tersebut dan menunggu saya. Saya mendekati perempuan tersebut. Perempuan tersebut mem beri map yang dalamnya berisi 3 lembar kertas. Ketiga lembar kertas tersebut bergambar burung mertapi mengepakkan sayapnya. Saya dengan suka rela memberikan dokumen keeper yang berisi kertas berharga seperti ijazah, piagam , sertifikat.
Kemudian saya melanjutkan perjalanan dan bergabung dengan rombongan. Setelah menelusuri kampung lebih dalam lagi, akhirnya kita disuruh masuk disuatu ruangan. Ruangan tersebut berukuran kra-kira 4 X 6 meter.
Pelajaran pertama
Nara sumber menulis rumus-rumus matematika,persamaan matematika, rumus fisika di papan tulis. Rumus-rumus yang berupa simbol dan angka memenuhi dua papan tulis yang disediakan. Ukuran satu papan tulis tersebut 1,2 meter x 2,4 meter . Kita semua mememperhatikan penjelasan yang diberikan oleh nara sumber.
Walau saya duduk di bangku depan namun rumus-rumus yang berupa simbol-simbol, angka-angka yang memenuhi dua papan tulis , tidak saya mengerti.
Saya berpendapat mungkin ini yang dinamakan ilmu pengetahuan.

Pelajaran kedua
Nara sumber memasuki ruangan dan berdiri didepan ruangan. Dia menggambar wajah manusia. Setelah Nara sumber menyelesaikan gambarnya, ia bertanya kia yang diruangan tersebut "apakah mengerti gambar apa ini ? "
Saya menoleh ke belakang. Saya melihat Manager produksi melihat gambar tersebut. Sepertinya ia tidak mengerti gambar tersebut. Ia lalu berdiri dari tempat duduknya dan mengamati gambar tersebut namun tidak mengerti. Saya melihat juga salah satu Vice Manager melihat,mengamati gambar yang dipapan tulis dan tidak mengerti. Mereka berdua bersama-sama berdiri berdekatan dan melihat gambar tersebut bersama-sama namun tidak mengerti. Akhirnya mereka memutuskan melihat gambar tersebut dengan jarak lebih jauh, dengan berjalan mundur sampai dinding tembok pembatas ruangan tersebut. Akhirnya mereka berdua menyerah tidak mengerti akan gambar tersebut.

Saya ditanya oleh nara sumber ,"apakah anda mengerti gambar tersebut ?"
Saya tersenyum dan menjawab,"saya mengerti gambar tersebut. itu wajah manusia dengan menggambarkan beraneka macam sifat".

Ketika pelajaran selesai saya berjabat tangan dengan nara sumber yang kedua. Dia berkata saya " Suara hati".

Bagaimana pendapat anda apakah ada perbedaan antara Ilmu pengetahuan dan suara hati ?

Apakah sebabnya orang belajar suara hati kurang mengerti akan Ilmu pengetahuan yang bersifat logika ?

Apakah sebabnya orang yang belajar Ilmu pengetahuan tidak mengerti akan "suara hati " yang berdasarkan ilmu pengetahuan "tidak masuk logika"

Yang terakhir jika anda masuk golongan seorang pejabat, pemimpin, manager apakah masih bisa mengenali "suara hati" "?

PEMBERSIHAN DIRI

PELAJARAN PEMBERSIHAN DIRI

Saya memasuki ruangan kelas. Banyak murid duduk di lantai diruangan tersebut. Mereka duduk teratur seperti muris-murid yang sedang mendapat pelajaran dari seorang guru. Mereka mendengarkan dengan seksama, tenang dan tidak ada yang bicara, semua memperhatikan pelaran yang diajarkan.
Ketika saya memasuki pintu masuk ruangan tersebut, murid-murid tidak tahu. Karena murid-murid duduknya membelakangi pintu masuk tersebut. Saya masuk tepat "sang guru" menerangkan tentang " Pembersihan diri ".
Akhirnya Sang Guru bertanya." Apakah yang anda lihat ?"
Dalam hati saya berkata, seorang yang berdiri dengan mengenakan pakaian bercorak warna-warni.
Setelah beberapa saat Sang Guru mengambil pakaian yang melekat/dipakai orang yang berdiri tersebut. Yang terjadi diluar dugaan saya. Orang yang berdiri tersebut mempunyai kulit yang sama dengan pakaian yang dikenakan yaitu bercorak warna-warni , tiada bedanya. Seakan akan pakaian yang dikenakan mentransparan di kulit dan seperti foto copy berwarna dengan media pakaian dan tubuh yang mengenakan pakaian tersebut.

Menurut anda apakah hubungannya " pakaian yang dikenakan seseorang yang kelihatan oleh sebatas mata manusia sama dengan pakaian yang menempel di tubuh seseorang yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia dalam pelajaran "pembersihan diri "?
*************************